Happy 25!

25

 

Happy 25!

Artikel berikut merupakan repost dari sebuah meme yang saya dapat di social media.

——————

Umur 25 tahun, kamu akan memahami bahwa :

  1. Di umur ini tidak serta merta mengubahmu menjadi orang dewasa.
  2. Kedewasaan bukan tentang seberapa lama kamu hidup, atau seberapa fasih kamu berkata-kata bijak. Dewasa adalah tentang pola pikir.
  3. Beberapa orang di lingkunganmu akan lebih settle di kehidupan cinta, bila kamu tidak itu bukan masalah besar!
  4. Ternyata kamu akan baik-baik saja ketika menerima banyak undangan pernikahan di usia ini. Bersiaplah untuk rajin menghadiri undangan tersebut.
  5. Tidak semua perkataan dan pendapat orang lain layak kamu pertimbangkan.
  6. Tidak semua rencanamu bisa tercapai di umur 25, dan itu normal.
  7. Kamu akan sadar orang tuamu tidak akan hidup selamanya.
  8. Jangan pernah membandingkan kebahagiaanmu dengan kebahagiaan orang lain.
  9. Kesuksesan bukan hanya sekedar uang. Work hard play hard, it’s the motto.
  10. Tidak bisa mengatur uang akan menjadi masalah. Dewasalah dalam finansial.
  11. Sebaik-baiknya pekerjaan adalah pekerjaan yang kamu lakukan dengan hati.
  12. Tidak semua masalah layak kamu bagi ke orang lain.
  13. Kamu tidak bisa mempertahankan semua temanmu selamanya.
  14. Proses mencari dan mengembangkan diri tidak akan pernah selesai. Teruslah belajar!
  15. Butuh lebih dari sekedar cinta untuk membuat hubungan berhasil.
  16. Hal terberat dalam hidup adalah tidak melupakan, tapi melepaskan dengan ikhlas.
  17. Hidup terlalu singkat jika tidak kamu manfaatkan untuk melihat dunia. Save your money and put your backpack on!

Hal terpenting adalah umur ini membuatmu mengerti bahwa sesuatu tidak akan pernah berubah bila kamu tidak mengambil langkah untuk mengubahnya.

Happy 25!

 

 

sumber gambar : http://recruitmentbuzz.co.uk/recruitment/wp-content/uploads/2013/04/25.png

Kata Mereka, Semua Hal Akan Indah Pada Waktunya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Sama-sama makan nasi goreng dari koki yang sama. Yang satu dalam kondisi tidak terlalu lapar. Yang satu seharian belum makan. Siapa yang bakal ngerasa lebih nikmat?

Sama-sama tidur. Yang satu tidur sebagai rutinitas biasa. Yang satu tidur setelah dua hari naik gunung. Siapa yang bakal ngerasa lebih nikmat?

Sama-sama minum air putih. Yang satu minum biasa. Yang satu minum setelah seharian berpuasa. Siapa yang bakal ngerasa lebih nikmat?

 

Hmmmm…

 

Sama-sama makan nasi goreng, bakal berasa lebih nikmat kalau seharian kita belum makan. Mungkin bisa habis 2 porsi😀

Pernah ngerasain sensasi naik gunung di malam hari? Capek dan ngantuk? Pasti😀. Saya ketika pulang naik bus setelah naik gunung bersama teman kampus langsung tertidur pulas, mulut mangap, sering kejedot, karena si sopir ngerem mendadak. Tapi menurut saya itu nikmat bingit daripada tidur tiap malam.

Sama-sama minum air putih, tapi minumnya habis kita berpuasa seharian. Alhamdulillaah, maaknyuuss, suuegeerr.

Got it?😀

Yap, semua hal bakal lebih nikmat dan indah kalau waktunya pas. Makan lebih nikmat kalau pas lapar. Minum terasa lebih maknyuss kalau pas haus. Dan tidur bakal lebih nikmat kalau pas lagi capek ditambah ngantuk.

Dan (mungkin) cinta bakal lebih indah kalau datangnya pas. Pas keduanya siap. Pas keduanya sama-sama yakin.

Ngutip quote teman kuliah dulu, “Bagi Allooh tidak ada yang sia-sia dan tidak ada yang kebetulan”.

Satu yang jelas, bersabar lebih baik:)

 

 

 

sumber gambar : http://megworden.com/wp-content/uploads/2013/01/time.jpeg

Marhaban Ya Ramadhan 1435H :)

marhaban-ya-ramadhan-rambu

 

Welcome

Selamat datang

Sugeng rawuh

Marhaban Ya Ramadhan

 

Bulan suci itu telah tiba. Siapkah kita menyambutnya? Harus siap, hla wong dikasih Gusti Allooh bulan penuh bonus kok tidak siap😀

Bulan penuh berkah. Bulan penuh rahmat. dan bulan penuh ampunan.

Semoga kita diberi kesempatan dan kemampuan untuk mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan penuh ibadah. Lancar puasanya, istiqomah ibadah wajibnya, rutin baca Alquran, serta giat ibadah sunnahnya. Aamiin..

Ada yang sudah memulai puasa hari ini, ada yang baru memulai besok. Ada yang sudah memulai sholat tarawih tadi malam, ada yang baru sholat tarawih nanti malam. Beda tidak apa, tidak masalah, no problemo. Tinggal tanggung jawab kita secara vertikal

Perbedaan itu indah dan berwarna. Ingat, pelangi tidak akan indah kalau hanya satu warna saja.:)

 

 

sumber gambar : http://dakwah.info/utama/bekal-dakwah/sharing/ramadhan-poster/

Kick a racism as panda did :)

I love pandas, they’re so chill.
They’re like “Dude, racism is stupid. I’m white, black, and Asian.” -Anonymous

 

Mumpung lagi rame-ramenya event  Piala Dunia 2014 di Brazil, saya mau bahas satu hal yg sering melekat dengan olahraga sepakbola. Meskipun sering kita temui juga di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Rasisme.

Panda? Yup, panda. Kok panda? Panda itu hitam, panda itu putih, dan panda itu dari belahan asia. Terlepas dari semua itu, panda tetap unyu-unyu. Panda juga tidak pernah anarkis. Tidak seperti manusia yg katanya punya otak dan hati. Hohoho.

Saya beruntung mendapatkan kesempatan bekerja sebagai kaum minoritas. Saya juga beruntung waktu itu mendapatkan kesempatan untuk bersekolah dan kuliah di tempat yg levelnya minoritas. Say Alhamdulillaah.

Belajar perbedaan itu menyenangkan bagi saya. Asal satu sama lain saling menghormati dan menghargai. Ada pepatah Jawa yg sampai sekarang masih saya pegang, ojo njiwit nek ora gelem dijiwit, kalau tidak mau dicubit ya jangan mencubit dulu. Cubit di sini dalam arti luas ya.:)

Trus mengapa Gusti Allooh lebih menciptakan panda daripada set default no-racism langsung ke manusia? Yuk, berpikir yuk:)

“Seorang muslim adalah orang yg orang lain merasa aman dari perbuatan dan ucapannya.” (HR. Bukhori – Muslim)

 

 

 

sumber gambar : http://jmortonmusings.blogspot.com/2012/05/panda.html

Harapan

Tadi senja, di tengah ibukota, ketika tubuh lelah melanda, dalam sesaknya bus kota. Wuejiaan😀

Tak sengaja saya mendengar obrolan segerombol orang di kursi belakang bus. Dari obrolan, jelas kalau mereka adalah AGJ (Anak Gaul Jakarte). Salah satu obrolan yg saya tidak salah ingat, kalau ditranslasikan ke dalam EYD yg disempurnakan : “memberi atau mencari harapan itu tidak salah, yg salah itu memberi harapan palsu”.

*makjleeebb. Berasa ditikam keris tumpul – didiamkan sejenak di dalam – diobok-obok di dalam – didiamkan lagi – terus dicabut – tapi pelan-pelan.

Setelah gue perhatiin, ternyata mereka berprofesi sebagai joki. Gue simak lagi, ternyata mereka sedang curhat soal kerjaan sehari ini. Salah satu curhat kalau dia habis kena php sama yg punya mobil. Mobil mewah, duit tak seberapa, yg punya galak pula. Satunya nyletuk dengan komen bijak di atas.

Gue terharu mendengarnya. Tarik ingus. Gue tiba-tiba teringat akan dosa masa lalu.

Harapan. Ah, walau satu kata tapi sarat makna.

Niat memberi harapan, disangka harapan palsu. Ganti dikasih harapan, ganti gue yg takut kalau itu harapan palsu. Hahaha.

Ah, masa lalu. Memang benar ceramah ustadz dekat kos. Harapan yg terbaik adalah berharap hanya kepada Gusti Allooh. Di luar itu, awas harapan KW!!! Tuhan, ampuni baim.

Hla kok jadi gue gue elu elu ya???? Ah, mungkin badan gue belum sehat total.

Kerupuk

kerupuk bulet

 

Kerupuk itu,

Kalau disimpan dalam toples tertutup, dia kriuk kriuk.

Kalau kena angin, dia melempem.

Kalau kena air, dia lembek.

 

Tempe itu,

Sekali digoreng, mau ditaruh di toples tertutup, kena angin, kena kuah, wujud dan rasa tetap sama. Tampilan memang kurang keren, coklat coklat kadang ada itemnya, tapi kandungan gizi lebih keren ketimbang kerupuk.

 

Kalau daging?

Mahal😛

 

Tetap bersyukur dan tetap gowes!

 

Sumber gambar : http://www.benablog.com/2013/05/i-love-my-kerupuk.html

Pertama Memang Selalu Mendebar-Debarkan, Selanjutnya…?

Yap. Proses pertama dalam serangkaian aktivitas dan proses (??) memang selalu membuat hati berdebar. Istilah di kampung saya deg-degan.

Pertama kali masuk sekolah, deg-degan belum punya teman. Pertama kali masuk kampus, deg-degan sama yg namanya ospek. Pertama kali pengajuan judul skripsi, deg-degan ditolak, trus galau setahun. Pertama kali masuk kerja, deg-degan sama lingkungannya. Ada juga yg sudah deg-degan bisa diterima kerja atau tidak, padahal apply lamaran kerja saja belum. Hehehe.

Trus konjungsi selanjutnya…? Pastinya saya tidak tahu😀 karena itu semua tergantung diri kita masing-masing. Entah mindset kita, perilaku kita, dan lain-lain. Itulah hebatnya misteri kehidupan ini. Dan itulah hebatnya Gusti Allooh sebagai pencipta, pengatur, dan penyeimbang kehidupan ini. Alhamdulillaah.:)

Tengoklah bayi yg pertama kali lahir. Apakah merasa deg-degan juga? Mungkin. Tapi mereka lebih memilih menangis daripada merasa deg-degan. Hahaha, how clever we were.😛

Trus apa artikel ini ada kaitan dengan pengalaman pertama naik taksi bareng teman kantor cewek yg selalu menggoda konsentrasi? Mungkin. #eh

Tetap bersyukur dan tetap gowes!